RSS

NYASAR !

Ada yang pernah galau? atau lagi galau? atau ada yg pernah GAK galau? Nah…yg terakhir ini (kalau ngaku gak pernah), ketahuan deh bohongnya. Hihihi… Bagaimanapun  galau itu bagian dari bumbu kehidupan, gak asik ntar kalau gak pernah galau. Masa happy terus, gak seru dooonk. Tapi juga jangan galau terus, merana ntar! hehehe… Masalahnya adalah bukan pernah atau tidak, sering atau tidak. Tetapi, tentu lebih kepada bagaimana menghadapinya.

Aku mau sharing nih. Beberapa waktu lalu, aku mengalami yang namanya G.A.L.A.U itu. Hadduhhh…nyeseek rasanya kalau diingat. dan parahnya, udahlah galau…, kudet pula! wahh…parah nih. Iyaaa, kurang update. Jadi ceritanya, dengan pe-de nya aku pikir, aku harus cari hiburan baru, teman2 baru, bahkan komunitas baru (mungkin). Pokoknya semua yang bertema FUN. Waktu itu ngrasa diri udah gaul banget tuh. Alhasil kecemplung lah dalam apa yang dicari tadi. Sukses!!! Trus galaunya lenyap??? Iyaaaa doooooonkkk. Happy banget pokoknya. Lupakan semua masalah, terobati hati yang kurang piknik, terhibur diri ini dari semua sepi. Happy kaaaannnn….kedengarannya????

Trus, lanjutannya…..? Yakk…sepenggal kisah happy diatas ternyata hanya bagaikan dongeng Cinderella di pesta dansa. Setelah lewat jam 12 malam, kebahagian itu lenyap. Cinderella pun kembali jadi Upik Abu.

Lalu, si galau tadi gimana? Jawaban: yaaa..tetap ada. Nahh…loooo. Terus komunitas happy2 gimana? Gak membantu?? Membantu sih, tapi ya hanya sesaat.

Temans, bagaimanapun nafsu mendorong kita untuk mencari kesenangan, bagaimanapun setan berhasil menuntun tangan, kaki, mata, telinga kita untuk mencari sesuatu yang selain Allah…, namun hati nurani tetaplah bersih. Semakin kita bersandiwara bahwa masalah sudah teratasi, hati semakin menangis mengingatkan bahwa itu salah. Bukan komunitas yang salah, tapi aku yang keliru menjadikannya sebagai solusi. Seharusnya itu hanya sebagai selingan semata. Bukan jalan keluar. Akibat nya yaaa…Nyasar! Maksud hati pengen “pulang” , tapi malah nyasar kemana-mana. Repott deehhh!

Sesaat aku merasa seperti anak kecil yang baru saja diberi PR oleh ibunya, namun ia menolak mengerjakannya karena PR tadi terlihat sulit, lalu malah bermain ke luar rumah. Namun, sang Ibu tetap memanggilnya, dan menyuruhnya pulang. Tapi si anak menolak, malah semakin asyik bermain bersama teman-temannya, bahkan semakin menjauh dari rumah, hingga akhirnya ia sadar telah tersesat dan harus berusaha mencari jalan pulang. (ketahuan bandelnya.. hehehe)

Tidak satupun di dunia ini terjadi tanpa tujuan. Pilihannya ada di kita, apakah mau atau tidak menyadari tujuan dibalik semua itu. Semua kejadian, semua orang-orang yang pernah hadir dalam hidup ini, semuanya memiliki tujuan. Bukankah bulan dan bintang di langit bukan sekedar penghias langit malam belaka?

Setiap masalah yang datang, sebenarnya adalah proses pendewasaan. Jadi hadapi, bukan lari. Masalahnya adalah saat menghadapinya jangan sampai salah jurus. Bisa kacau dunia persilatan. #hallaahh …

Jangan pernah lupa dari mana kita berasal. Karena pada akhirnya ke sanalah kita kembali. Jangan pernah lupa pada Allah, karena pada akhirnya pada Allah lah kita akan kembali. Jangan pernah lupa siapa yang maha berkuasa di seluruh langit & bumi, karena itu hanya padaNYA lah tempat kita mengadu kan segala kesedihan, kegundahan, dan kekhawatiran. Kasih sayang Allah kepada hambanya melebihi kasih sayang ibu pada anaknya. Maka janganlah pernah ragu untuk menangis seperti bayi dihadapanNYA mengadukan segala permasalahan, memohon untuk diberi kebijaksanaan & kekuatan dalam hidup. Sesuatu selain Allah yang aku pikir bisa menjadi tempat berpegang, ternyata hanya bagaikan ranting pohon rapuh yang sangat mudah patah.

“Ooh..Allah, I pray that You grant me a heart that seeks You above all else”

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Maret 2017 in Uncategorized

 

Kangen nge-blog lagi!

Hello….readers! Ya ampuunnn, udah berapa lama ya blog ini terlantar?! jadinya sekarang kangen pengen nge-blog lagi. Yukk…ah, mari kita bicarakan semua hal yang penting ataupun gak penting! hehehe…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Maret 2017 in Uncategorized

 

Cinta Karena Allah

Pada pertemuan Liqo 2 hari yg lalu, pembimbing aku sedikit bercerita tentang pernikahan beliau. Ringkasnya, beliau baru bisa mencintai suaminya setelah 7 tahun pernikahan. WOOWW!!

Sebagian kita pasti ada yang berpikir “kok bisa ya?” Sebenarnya kalau Allah menghendendaki, tentu saja bisa. Tapi yang aku bayangkan adalah, sebelum masuk ke tahun ke-7 itu, dimana si “cinta” belum muncul, gimana menjalaninya ya. Yang pasti hanya orang2 yg ilmu (ke-Islam-an) & ke-iman-an nya tebal & kuat lah yang mampu menjalaninya. Terus terang, aku kalau disuruh begitu…..ampuuunnn, masih belum sanggup. Maklum, ilmu & iman masih pas2an. Beliau bercerita, ketika itu beliau minta kepada Allah agar diberi jodoh yang cinta & takut pada Allah, serta punya komitmen terhadap dakwah. So, tidak ada permintaan lain agar diberi jodoh yang ganteng, tinggi, kaya raya, dan lain2. Bahkan beliau mengaku siap jika Allah berkehendak memberinya jodoh yang secara fisik pendek, atau bahkan ada kekurangan lain. Alhamdulillah, Allah jawab doa beliau, bahkan Allah beri lebih dari yg beliau minta. Masyaallah. Dan akhirnya menikah lebih kurang setelah 2 minggu perkenalan. Demikian singkat ceritanya.

Pelajaran yang aku renungi adalah, betapa indah doa-nya, betapa tingginya keyakinan beliau kepada Allah. Orientasinya akhirat. Bukan kesenangan dunia semata. Dan luar biasanya bagi aku, beliau mampu melewati masa2 sebelum sang “cinta” tumbuh. Pasti itu gak mudah. Kita yang menikah atas dasar cinta sama cinta aja, punya banyak masalah. Apalagi yang baru ta’aruf. Wah, aku gak bisa bayangin deh (tuh kan ketahuan kalau imannya pas2an). Tapi mungkin…karena beliau betul2 berada di jalan Allah, maka Allah beri banyak kekuatan dan petunjuk untuk melewatinya. Apa yang beliau lakukan tentu berdasarkan rasa cinta pada Allah, dan Allah pasti memberi ganjaran yang luar biasa. Sehingga cinta yang tumbuh dalam rumah tangga pun pasti luar biasa indah. Sebab, cinta yang paling indah adalah saling mencintai karena Allah. Dan dengan orang2 yang iman, ilmu , & amalannya seperti ini, aku iri se-iri2 nya….karena Allah pasti sangat mencintai mereka. :”)

Semoga bahagia selalu Pembimbingku, di dunia hingga akhirat kelak. Bimbing aku agar bisa menjadi seperti mu, menjadi hamba yang bisa meraih kasih sayang & cinta Rabb nya…..dengan sisa umurku.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Oktober 2015 in Uncategorized

 

Diproteksi: I love you, Ma..

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

 
Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Ditulis oleh pada 10 Agustus 2013 in Uncategorized

 

Raziq pun bertanya….tentang Allah

Beberapa minggu terakhir ini Raziq udah mulai rajin sholat, maksudnya; dia udah gak banyak nolak lagi kalau diajak sholat. Padahal sebelumnya nih, kalau diajak sholat kadang mau kadang nggak. Kalau lagi nggak mau, lucu-lucu aja alasannya.

Umi: ziq, sholat yuk! | Raziq: gak ah, kan udah kemaren.| ….atau….

Abi: raziq ikut sholat yuk sama Abi! | Raziq: raziq lagi gak sholat, bi. (niruin jawaban umi kalau lagi gak sholat)|

Nah, alhamdulillah kalau sekarang liat kita mau sholat, malah Raziq yg minta ikut sholat juga. Trus, dia bakal ke kamar mandi buat berwudhu, sambil bilang gini: “tungguin Raziq ya, mi. mau wudhu dulu.” Fiiiuuuhh…..denger dia bilang begitu rasanya senaaaanggg….sekali. Raziq belum hafal bacaan sholat, paling cuma Alfatihah dan bacaan takbir. *masih jadi pe-er panjang umi & abi nih..* .Setelah selesai sholat, Raziq juga mulai terbiasa berdoa. Doanya bahasa Indonesia aja. hehehe…. dalam doanya, dia selalu doain Abi, Umi, dek Raisha, dan dirinya sendiri, tak lupa diawali dengan: “Ya Allah,……………..(berbagai permintaannya sesuai kondisi dan lagi kepengen apa. hihihi…)”. Syukurnya lagi, raziq itu mulai mau sholat karena kemauannya sendiri. Kami selalu mengajak, tapi tak memaksa. Dengan bujukan, “biar Raziq disayang Allah”.

Dan…tentang “Allah”, sejak umurnya sekitar 2th-an, kami mulai memperkenalkan Allah. Misalnya, yg buatkan mata untuk Raziq siapa? Allah. Yang buatkan tangan untuk Raziq siapa? Allah…, dan seterusnya. Tanpa disadari, ternyata selama ini Raziq mungkin sedang menyimpan tanda tanya besar dalam kepalanya: “Allah itu seperti apa ya?”

Jadi, beberapa hari yang lalu usai sholat magrib bersama ku, seperti biasa Raziq pun berdoa (versi dia sendiri, hehehe…). Trus, tiba2 dia nanya gini:

Raziq: Mi, Allah itu kayak apa?

Umi: Allah, itu Maha besar, maha bisa segalanya, maha indah.

Raziq: Allah sekarang lagi ngapain? Allah lagi geser-geser apa? (*dia pikir Allah sama isengnya kayak dia yang suka geser2 kursi ksana kemari. hihihi…*)

Umi: Allah sekarang lagi senang liat Raziq abis sholat sama Umi. Allah selalu melihat Raziq, Umi, Abi, Raisha, dan semua orang. Allah selalu mengawasi kita, apapun yang kita buat. misalnya: kalau Raziq lagi baik, Allah liat. Raziq lagi banyak tingkah pun Allah tahu, karna Allah selalu melihat.

Raziq: Mi, Allah lagi ada dimana ya?

Umi: (mulai pusing, mencari penjelasan yg bisa dia mengerti)….hmmm…Allah lagi di Surga.

Raziq: surga itu dimana, mi?

Umi: (makin pusing…, ) surga itu jauuuuhhh sekali. Raziq ingat gak kalau lagi naik pesawat?

Raziq: iya. Raziq terbang tinggiiiiiiiiiiiii sekali….

Umi: Nah…, surga itu lebih tinggiiiii….lagi dan lebih jauh lagi diatas sana.

Raziq: Surga itu kayak apa? Ada apa aja disana.

Umi: nak, surga itu tempat yang paliiiiing bagus. semua yang Raziq mau dan suka ada disana.

Raziq: Umi udah pernah ke surga?

Umi: (jlebb)…. belum sayang, tapi Umi juga pengen banget kesana. Umi pengen ketemu sama Allah. Raziq mau juga?

Raziq: iya, Raziq juga pengen liat Allah. (MashaAllah…dia benar2 penasaran pengen liat Allah itu seperti apa)

Umi: kalau gitu Raziq harus rajin sholat terus yah, nak. Jadi anak sholeh, baik budi, rajin belajar. Ok?!

Raziq: iya, Mi.

Aku sungguh terharu dengan pertanyaan2 raziq, sekaligus bersyukur sekali pada Allah, yg telah menitipkan amanah yang luar biasa. Aku amat sangat butuh Allah untuk memberiku kekuatan & kebijaksanaan dalam mendidik dan membesarkannya agar kelak dia bisa memenuhi keinginannya untuk bertemu Allah, dengan menjadi hamba yang sholeh yang dicintai Allah.

Aku juga terharu, anak sekecil dia bisa punya rasa penasaran yang besar tentang Allah, tentang surga. Bagaimana dengan kita orang dewasa?? Mengaku cinta Allah, padahal masih cinta dunia. Mengaku cinta Allah, tapi lebih cinta berbuat dosa. Mengaku ingin masuk surga, tapi sering tak sadar kalau sedang memperbesar peluang masuk neraka. Ampun Ya Allah. Diri ini pun masih bergelimang dosa, kalau bukan Engkau yang mengampuni…sungguh kami termasuk orang yang merugi.

Sungguh, Umi tidak lebih baik daripada Raziq.

 

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Juni 2013 in Uncategorized

 

Congragulation, My Brother (part 2)

Assalamualaikum semua.

Apa kabar nih? Pada masih ingat gak tulisan sebelumnya tentang adik laki2 gw yang narsis itu. Kalau udah pada lupa, dipersilahkan klik judul “Conragulation, My Brother (part 1)”. Dan………., yup bener banget tulisan part 2 ini adalah sekuel-nya (cailleee….ngalah2in Stephanie Mayer nih gw kayaknya, pake sekuel segala). Kalau di cerita sebelumnya tentang si Khodir (nama samaran) yang mau lamaran. Nah, di part 2 ini tentang si khodir yang udah berhasil melamar atau dengan kata lain lamarannya diterima. Ihhhiiiiyyy….berarti bentar lagi dia mau nikah nih. Alhamdulillah. InshaAllah awal februari 2013 ini Khodir mau naik angkot eh salah…naik pelaminan maksudnya.

Dear, sekarang pasti lagi sibuk persiapan lahir batin yah? Semoga sukses acaranya ntar. Mudah2an Allah ringankan langkah kami sekeluarga agar bisa menyaksikan momen sakral –mu nanti, juga ketika loe duduk manis di pelaminan.

O ya, beberapa waktu lalu ada yang agak menggelikan waktu ngobrol sama Khodir. Katanya biar pestanya ini unik, dia ntar bakal kasi souvenir ke para tamu dalam bentuk piring + sendok, garpu. Jadi ntar di meja katering gak disediain lagi peralatan makan. Ya ampuuun, daya khayal & kreatifitas adek gw ini emang luar biasa yah. Balakangan gw baru kepikiran, gimana biar pestanya makin unik, pestanya gak usah nyewa orgen tunggal. Tapi berhubung khodir anak band, biar dia aja sama istrinya yang nyanyi sambil bawa kotak amal trus…keliling ke tamu2 yang lagi bersantap. Kan jarang2 tuh ada yang bikin pesta kayak gini, lagian kesannya tuh lebih akrab & kekeluargaan. Dari pada si khodir dipajang selama 2 jam di pelaminan trus cuma nyengir-nyengir doank. Belagu banget dia, masa semua tamu yang harus nyamperin dia ke pelaminan, udah gitu pake antri lagi. Makanya…, kan lebih bagus khodir yang merakyat. *huahahahaha…..gak kebayang betapa bengisnya expresi khodir ketika baca postingan ini*

Para pembaca yang budiman, mohon paragraf diatas jangan ditanggapi serius yah. Hehehhehe… Sebenarnya gw tuh kangen banget ktemu dia, selain dia itu menyebalkan (pastinya…) *hihihi…*, dia juga lucu (eh…di edisi sblmnya udah dibahas yah…tentang dia, jadi gak di-ulang lagi deh).

Dear, ntar kalau udah nikah jangan lupa sama kita2 yah, kakak2 dan adik2 mu yang lucu & menggemaskan ini. Pokoknya kita semua tetep harus kompak, tetap saling peduli satu sama lain. Tetap berjiwa muda meskipun kelak usiamu sudah beranjak tua *hehehe..*. Dan tetaplah menjadi adik gw yang ngangenin. *peluk laptop*

Dear, selamat memasuki gerbang pernikahan ya. Jika di buku-buku dongeng akhir perjuangan & perjalanan cinta selalu ditutup dengan “….and they live happilly ever after”, maka di kehidupan nyata, episode lanjutan dalam merajut cinta disambut oleh gerbang pernikahan yang ibarat pintu masuk menuju awal perjalaanan baru yang penuh liku, tantangan, tanggung jawab, serta menuntut kesabaran dan kearifan bagi setiap pribadi yang menjalaninya. Fase kehidupan, dimana kita mungkin akan mendapati orang yang selama ini kita cintai dan kita puja ternyata mampu mengecewakan kita berulang kali. Fase kehidupan dimana, pasangan hidup kita kelak tak selamanya mampu memahami kita seperti yang kita harapakan. Fase kehidupan dimana banyak bertabur cinta, tawa, suka, namun juga cemburu, bahkan luka. Fase kehidupan yang….sebenarnya tidak akan pernah sesempurna yang kita harapkan kisahnya, namun akan tetap membahagiakan jika kita mampu menatanya. InshaAllah.

Dear, Selamat menjadi Imam dunia & akhirat yah. Selamat mengemban Amanah.

Dan…………, Selamat Memasuki Fakultas Kesabaran di Universitas Kehidupan.

Dan seperti salah satu penggalan kesukaan kakak dari tulisan seorang teman yang inspiratif:

Allah yang memilihkan pasangan dan Dia tidak pernah salah pilih. Dipilihkannya seseorang yang penuh kekurangan, seperti kita sendiri, untuk saling mengecewakan satu sama lain. Allah sedang memperlihatkan bahwa berharap pada sesama makhluk yang penuh kekurangan adalah sumber kesedihan. Sedangkan sumber kebahagiaan hanya dengan berharap padaNya yang Maha Sempurna. Menikah itu bukan untuk membuat kita bergantung pada pasangan untuk bahagia. Sebaliknya, Allah memberi pasangan sebagai latihan untuk tidak bergantung pada selain Allah. Allah berikan cinta pada pasangan, lalu Dia pudarkan warnanya bersama waktu, sebagai pesan bahwa menikah itu bukan karena cinta, tapi untuk merasakan manisnya dicinta Allah.”

Semoga Allah jadikan pernikahan kalian sebagai perintis jalan menuju Kebahagiaan Abadi.

From your sista with Love.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Januari 2013 in Uncategorized

 

I Love You

Jadi ceritanya waktu itu aku pas weekend terserang sakit kepala (langganan), sehingga kita gak jadi jalan-jalan. Sebenarnya anak2 & abinya sih gak masalah ya…karena kita tu juga termasuk pencinta rumah. Yah…kadang menghabiskan waktu di rumah sama anak-anak di saat weekend itu rasanya “cetaaaarrr membahana”, hehehe….karena ada Abi di rumah.  Tapi entah kenapa…aku tuh kalau sakit kepala itu bawaannya susah sabar gitu. Fiiiuuuhhh…gak ok banget nih, harus diperbaiki. Jadi semua orang di rumah tuh bisa “kecipratan”. Alhamdulillah, Abi nya anak2 udah paham banget dgn kondisi yang kayak gini. Kadang…, dengan segala kebijaksanaannya, beliaupun menegur (mengingatkan) aku.
Dan di keesokan pagi harinya, alhamdulillah aku udah merasa baikan. Di pagi itu ada percakapan kecil kami yang mengesankan sekali buat aku, berikut petikannya:

Abi: gimana mi, masih sakit kepalanya?

Umi: alhamdulillah udah sembuh, bi.
Abi: alhamdulillah. Mudah2an umi sehat terus. I love you, mi. Jaga kesehatan umi ya…, biar kita bisa sama-sama terus.
Umi: (tiba2 terharu…, diam-diam netesin air mata). I love you too, abi. InshaAllah.

“….biar kita bisa sama-sama terus”. (Kalimat ini terus terngiang-ngiang di ingatanku,…terasa dalam)

‘Ya Allah, raga kami yang saat ini senantiasa berdekatan, mungkin suatu hari akan tiba saatnya untuk berpisah. Namun jadikanlah hati dan jiwa kami tetap dekat selamanya.”

“Ya Allah, cinta yang ada di hati kami jangan biarkan menjadi cinta yang buta, sehingga kami mampu  melihat bahwa cinta yang indah ini sesungguhnya adalah wujud cintaMu pada kami.”

“Ya Allah, jadikan bagi kami hanya ada satu alasan untuk saling mencintai yaitu cinta karena Allah. Dan jadikanlah cinta ini untuk selamanya.”

“Ya Allah, jadikanlah cinta ini sebagai penguat ikatan hati kami kepadaMu, bukan malah menjadikan kami lalai mengingatMu.”

Umi sayang Abi, karena Allah.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2013 in Uncategorized