RSS

What the meaning of “gaul”?

25 Sep

Sudah lama dalam hati bertanya-tanya tentang makna kata ini; “gaul”. Kebanyakan orang memberi jawaban yang umum2 saja, misalnya: “gaul itu maknanya luas deh..”. Yee…kalo itu ‘ana juga tau la… Hehehe… Kok kayaknya sepele banget ya…, masa’ kata “gaul” aja dijadikan bahan tulisan di blogs. Tapi tenang aja, mari kita coba untuk membuatnya jadi gak sepele. Ups..,tapi gak berarti bahwa ini suatu yang buerrat….!

GAUL…. Hmm….ada yang bilang kalo “gaul” tu berarti kita punya banyak teman. Could be… (hee..tapi kalo sampe punya teman yang suka teler & nge-drugs…?? Ough….Buahayyaa’…!). Sebenarnya bisa jadi gak bahaya juga asal bisa punya benteng & kendali diri yg tangguh. Next…ada juga yg bilang dirinya “gaul” hanya lantaran bisa cas cis cus..alias berbahasa asing dengan baik & benar. Hmmm…could be jg kali ye… Or, ada pula yg anggap dirinya dah jadi anak “gaul” karena dah bisa cas-cis-cus-cuuiihh… alias kalo dia ngomong dialek-nya: “mana jcalanan buejceq, ga da oujceq, uughh…zcjaphe dech..” Hahahaha…, kalo ini bukan gaul, tapi aneh. Wong orang pribumi tulen, kok ya mo jadi kaya’ bule2an sgala. Cintailah produk dalam negeri.. (Gerindra..!). Hehehe…

Eits.., ini gak ada hubungannya dengan kampanye lho ya… Bukan team sukses kok. (wah jadi gak enak neh…, bawa2 nama parpol).

Back to topic! Masih banyak lagi yang menghubungkan kata ini dengan hal lainnya. Cth: gank Nero (yang iitu tuh…, skelompok remaja putri yang masih sangat labil & mancari jati diri sampe2 berbuat anarkis) bilang kalo mereka juga anak gaul. Para pencandu narkoba & alkohol, berpikir kalo gaya hidup mereka adalah gaya masa kini sperti western people, so kalo di Indonesia ntu namanya anak gaul.. Ho..ho..ho.. untuk kedua contoh ini…., I really don’t think so..! CUMI dunk…? CUkup MIris.

Then, karena sekian banyak ide tentang “gaul”, akhirnya coba2 mengambil kesimpulan sendiri. I think…, gaul itu artinya kita bisa jadi pribadi yang friendly, mudah beradaptasi dengan perubahan, berwawasan luas, dan tahu perbedaan antara yang benar & yang salah. Yah…, kira2 gitu lah…

Trus…, jadi pribadi yang religius juga tidak menutup kemungkinan menjadi “anak gaul”. Jangan takut dengan ejekan “sok suci”, karena biasanya ejekan tersebut emang gak datang dari orang yang suci…., lho? Hehehehe… Whatever lah…

Finally, waktu nonton acara “Empat Mata” tgl 24 Sept’08 kemaren, hal yang telah jadi tanda tanya ini akhirnya terjawab. Pasalnya, pada acara tsb salah satu bintang tamunya adalah ustadz…., ugh…lupa lagi namanya…pokoknya, ustadz-nya ganteng d…! hehehe…(ups…,seganteng-gantengnya ustadz, suami tercinta tetap lah Sang Arjuna….,…ho..ho..ho….).

Tukul bertanya: “Pak ustadz, sebenarnya muslim yang gaul itu bagaimana sih?”. Ustadz jawab: “kalo mau jadi muslim yang gaul, contoh nya adalah Rasulullah SAW.” Dalam hati kupikir…, gile orang sekaliber Rasul ternyata dianggap “gaul” bo’? How come? Trus, ustadz melanjutkan jawabannya: “kenapa saya bilang begitu? Rasulullah selalu memulai & melakukan sesuatu yang positif. Contohnya: Rasulullah sebelum beliau diangkat jadi Rasul itu sdh dikenal oleh banyak orang & banyak kalangan karena kejujurannya, sampai-sampai beliau di-gelari dengan sebutan AL-AMIN. Begitu….! Jangan kaya’ sekarang donk…, nama Al Amin tapi penipu, korupsi lagi. Hehehe…”

Jawaban singkat ustadz ini menjawab pertanyaanku slama ini, yaitu: AKHLAK, IMAN, & WAWASAN. Kalau yang jadi contoh sudah Rasulullah SAW, speechless d.. Manusia yang mulia ini hampir gak ada kurangnya, gimana nggak, kekasih ALLAH…!!

Kalau kita baca sejarah2 / kisah2 Rasulullah SAW, tentu akan kita temukan betapa “gaul”nya junjungan kita ini. So, ternyata gak jauh2 ya nyari makna “gaul” dalam kehidupan sehari2, khususnya bagi kita kaum muslimin. Tinggal buka & baca sejarah beliau, hayati & teladani (ini nih…yang seringkali gak mudah…). Salah satu contoh aja, pergaulan beliau dengan semua kalangan sangat baik, jangankan teman, lawan pun masih dirangkul…, sampai2 banyak lawan(org2 yang memusuhi beliau) akhirnya masuk Islam karena kagum dengan kemuliaan akhlaknya.

So, what about us? Jadi muslim yang gaul? Sapa takut? Mari kita coba dengan memulai sesuatu yang positif & lanjutkan dengan yang positif juga tentunya. Sehingga hasilnya pun positif bagi siapa saja. Ringkasnya: Input, Process,& Output semuanya bernilai guna bangi banyak orang juga lingkungan.

So friends…, that’s all from me…! Kesempurnaan hanya milik Allah, dan kekurangan adalah milik kita, untuk itu padaNYA aku mohon ampun, pada rekan2 pembaca aku mohon maaf kalo ada yang salah ketika aku mengutarakan pendapat.

Mungkin rekan2 punya ide yang lain tentang ini, silahkan aja tulis di comment. “Yuk…Mari…, kita berbagi…!!!” hehehehe….esia kale…??!!

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 25 September 2008 in Uncategorized

 

One response to “What the meaning of “gaul”?

  1. vadelin

    26 September 2008 at 4:54 am

    ok friend, pandangan loe tentang “gaul” bulet2 100% gw iya-in deh setuju gw kagak bantah.

    Nah gw punya formula neh, begini… sederhana aja deh:
    ~ gaul = interaksi sesama makhluk

    ~ pergaulan = bagaimana (cara), dimana (tempat), dengan siapa (kamunitas, dengan apa (tools) makhluk itu berinteraksi

    ~ digauli = salah satu makhluk yang dilakukan interaksi oleh makluk yang lain (objek)

    ~ menggauli = salah satu makhluk melakukan interaksi kepada makhluk lain (subjek)

    Pertanyaan buat kite2 & harapan jawabannya adalah:
    Apakah kamu makhluk? gw pastikan iya

    Apakah kamu harus gaul? gw yakin kudu

    Pergaulan yang bagaiman? pergaulan yang diredhoi Allah, SWT mengikuti jejak Rasulullah, Insya Allah

    Dimana? Di tempat-tempat yang bebas kemurkaan, tidak ada kemaksiatan, dimana syetan-syetan terpenjara. Biarkan iman yang mencarinya

    Dengan siapa? bersama hamba-hamba yang taqwa, walaupun dia tidak pantas masuk sorga, tapi dia juga menyadari takkan sanggup berada dalam neraka

    Alat apa yang kamu pakai? keyakinan pada kalimat tauhid “La Illahillah, Muhammadarrasulullah” gunakan Al-Quran dan hadist sebagai petunjuk

    Apakah kamu digauli / menggauli?
    Loe pade yang jawab aje ye, capek gw

    Kepada Allah tempat kita berlindung, semoga kita bukan tergolong orang-orang yang hanya pandai bicara, kalau pertolongkan Allah datang maka semua permohonan yang terucap dari mulut ini, tersemat di hati ini, dan tercermin pada tingkah laku ini. Ini itu siapa? ya kita, amin ya Allah.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: