RSS

Sometimes, What u think is not like what u see..

16 Okt

Kira-kira idioms ini cocok gak ya dengan judul diatas: “don’t judge a book by it’s cover”…? Hmm…., bisa juga kali ya? Saat kita melihat seorang teman yang selalu ceria, penuh canda & tawa, juga energik…, spontan kita berpikir…’hidupnya enjoy sekali’. Saat kita melihat seorang pengusaha muda yang sukes, berlimpah harta, punya istri cantik, mungkin kita langsung berpikir…’hidupnya begitu sempurna’. Atau saat kita melihat seorang ibu yang kehilangan anaknya, tapi tetap terlihat happy, mungkin kita akan berpikir..’ternyata ini tak membuatnya terlalu terpukul’.

Itulah hidup, banyak hal di depan mata kita, tapi belum tentu smua seperti yang kita pikirkan. 3 contoh diatas mungkin saja memiliki jawaban yang sebenarnya berbeda. Sang teman & si ibu, mungkin terlihat selalu happy & ceria karena baginya ini merupakan salah satu cara untuk melupakan masalah yang sebenarnya dihadapi, sekaligus untuk menghibur diri. Atau si pengusaha muda sukses yang hidupnya terlihat begitu sempurna, mungkin saja punya rumah tangga yang berantakan. Who knows?

Hal yang bisa kupelajari dari contoh2 ini adalah: bagaimanapun kita harus jeli melihat sesuatu. Kembali ke contoh diatas, pada kasus sang teman yg selalu ceria, mungkin satu waktu ada candaan kita yang tiba2 disikapinya dengan cara yang mengejutkan atau berlebihan (marah marah misalnya). Seketika pasti akan menimbulkan keheranan di benak kita, ‘ada apa ini’? Berarti..something wrong! n then how…? mau balik marah juga… No..no..no.., ini cuma bikin masalah jadi tbh runyam. Kebijaksanaan kita dalam menyikapi keanehan ini, akan sangat berperan untuk kelanggengan persahabatan. InsyaAllah.

Saat kita bisa memahami orang lain, kita pun akan semakin belajar untuk mengerti bahwa setiap orang, hal, ataupun permasalahan punya sisi yang banyak & berbeda. Pun untuk meminimalkan kemungkinan kita akan membuat orang sebenarnya sudah terluka jadi semakin terluka.

Iklan
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Oktober 2008 in Uncategorized

 

5 responses to “Sometimes, What u think is not like what u see..

  1. vadelin

    18 Oktober 2008 at 2:19 am

    Seperti ada suatu kesalahan penglihatan rupanya? benarkah? mungkin juga apa yang saya tebak tidak sama dengan apa yang terjadi sesungguhnya

    Beberapa hal yang gue liat dari contoh2 yang diuraikan oleh loe, “kulit tidak mencerminkan isinya”, untuk contoh2 itu gw setuju. Tapi gimane ame padi, gw pastiin isinye pasti beras deh, kalo isi nye emas kite-kite makan ape ye? hehhehehe…

    Dulu ketika gw masih kecil sering makan buah ambacang. Sejenis mangga tapi dagingnya berserabut, rasanya manis, bahaya getahnya bikin gatal bahkan koreng bila mengenai kulit kita. Kulit ambacang ini tidak mulus seperti mangga, bercak-bercak hitam sangat tidak menarik, justru ambacang yang berkulitkan semakin jelek , menandakan semakin manis pula isinya. Artinya :
    ~ walaupun ambacang yang mempunyai buruk kulit, tapi pilih lah yang buruk kulit itu, karena buruk kulit menandakan manis isinya. Pengen bukti? coba aja, hati-hati kulit ambacang jangan mengenai kulit eloe-eloe deh.

    ~ sejelek2 kulit ambacang masih memberikan rasa manis yang dapat dinikmati oleh penggemarnya

    Lalu, ada lagi pepatah orang tua kita “rancak di labuah” (baca: bagus ketika di jalan / tempat umum aja)
    ini mencerminkan pengelabuan publik, misal saja contoh kecilnya makanan pabrik yang tercemar itu lo…. Dikemas sedemikian rupa elok, bagus rapi, tapi isinya? waw mematikan
    Bisa juga diumpakan seseorang yang kren luarnya tapi berantakan dalamnya, seperti contoh-contoh vely itu

    Lalu bagaimana mana dengan sikap teman yang tiba-tiba tidak seperti biasanya? apa yang terjadi? lalu bagaimana ini?
    Nah….. santai aja deh friend, manusia itu adalah makluk perubahan. Disetiap sa’at, disetiap tempat, disetiap kesempatan, dapat berubah sikap tergantung suasana hatinya pada saat itu. Banyak hal yang membuat perubahan yang disebabkan lingkungan sekitar yang mempengaruhinya.

    Perubahan adalah reaksi alami, hukum aksi & reaksi akan selaku berjalan. Ada aksi pasti ada reaksi. Dari panas ke dingin, nanti panas lagi, dingin lagi. Dari ceria ke muram, nanti muram lagi, ceria lagi. Dari yang lembut, tenang ke arogan nanti lembut, tenang lagi, arogan lagi, dan lain sebagainya. Hal ini berulang kali terjadi.

    Bila perubahan suasana hati seseorang berpengaruh jelek ke diri anda, atau orang lain, ini baru lah masalah namanya. Kembali gunakan hukum aksi & reaksi atau sering juga kita sebut hukum sebab akibat.

    Reaksinya adalah akibat, bila loe terganggu dengan reaksi tersebut cari tahu apa aksi yang anda lakukan sebelumnya sehingga dia begitu? atau apa sebabnya dia seperti itu?

    Yah, sejauh reaksinya nga ngaruh-ngaruh amat ke diri loe, udeeeeh…. biarin deh, EGP aje…. mending P pake buat yang lain, banyak hal-hal laen yang kudu dipikirin

    Yang pada akhirnya, hidup ini indah, loe pernah tulis : life is beutifull, is’nt it

    Cheers
    VAdelin

     
  2. Velina

    19 Oktober 2008 at 11:23 pm

    Thanx a lot for comment, sis’. (hehe..lebih pjg komen dr pd blog-nya). Then…, klarifikasi dikit bu…, saat ini I’m Ok. Judul “sometimes, what u…..” ini sama skali tidak berkaitan dengan kejadian apapun. So, murni cuma terinspirasi dari bbrp pengalaman diri sendiri slama ini & jg curhat dr bbrp teman. Yah .., dari bbrp pngamatan yg diliat…kira2 kecendrungannya gitu deh. Termasuk cth “ambacang & rancak di labuah”, yup.., kesimpulannya sama.

     
  3. vadelin

    20 Oktober 2008 at 8:19 am

    hahahaha… bener juga ye, gw kagak nyadar buat ngukur, ternyata reaksi gw lebih panjang dari aksi loe yeee

    So sorry gank…

    VAdelin

     
  4. Marind

    20 Oktober 2008 at 9:47 pm

    Uiwwiizzhh…
    Karna “What u think is not like what u see..”
    maka, jangan diliat pake mata…
    tapi..pake mata hati
    hehehehe

    ^_^

    Btw vel, itu grammarnya kena…
    Anggap dia present tense ya, kalo past tense, penjabarannya gk kayak gini :

    You itu to benya nya kan are, bukan is, trus kalo dia dalam bentuk kata kerja, to be nya jadi do, yah begini kali ya… “What you think does not like what you see”
    liat di What you see, to-be nya masuk ke see kan? buktinya, kalo dirubah jadi kalimat tanya dia jadi ini kan :
    Do u see? bukan Are you see?
    Sama kayak Do you think? Bukan Are You think?

    Hehehehe…
    piss bu…
    Yang penting esensi nya ya?

     
  5. dezuva

    22 Desember 2008 at 12:55 am

    Smakin Dewasa….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: