RSS

Usia Kepala Tiga

03 Jan

Ini adalah hasil semedi di depan laptop. Yap, tulisan ini merupakan terjemahan dari tulisan ustadz Suhaib Webb yang judulnya “30 Something“.

Dan Alhamdulillah seorang teman cantik yang baik hati  — Wanda Regina, bersedia membantu mengoreksi terjemahan saya. Dan…..inilah hasil kerjasama kami (semoga bermanfaat bagi semua pembaca):

Usia Kepala Tiga

By: Suhaib Webb (www.suhaibwebb.com)

Rasulullah (SAW) berkata: “Perintahkan anak kalian sholat saat mereka berumur 7 tahun, dan pukul mereka (untuk tujuan mendidik, bukan menyakiti – lihat catatan kaki) jika meninggalkan sholat ketika sudah berumur 10 tahun”.

Baru-baru ini hadis ini dibahas oleh salah satu profesor kami dalam kuliah perbandingan hukum. Beliau menulis bahwa perintah dalam hadis ini sebenarnya bukan untuk anak-anak, karena mereka bukan mukalaf (telah memiliki kewajiban untuk beribadah), melainkan ditujukan untuk para orang tua / wali si anak. Saya pun merenungkan hadis ini, dan bermaksud menuangkan apa yang saya pikirkan:

Saat memasuki usia 30-an kita merasa betapa cepatnya usia 20-an berlalu . Anak-anak kita pun telah tumbuh semakin besar. Angka 30-an sungguh periode yang aneh, waktu yang mengingatkan saya kembali pada saat-saat lulus sekolah dulu. Apa yang akan saya lakukan selanjutnya? Apa rencana-rencana saya? Namun, kalau dulu saya dihantui dengan apa langkah akademik saya selanjutnya, kini tanggung jawab keuangan  yang mulai menghantui saya. Kenaikan biaya hidup, asuransi keluarga, biaya pendidikan Islami dan universitas yang terbaik, semuanya senantiasa terngiang-ngiang dalam pikiran saya. Belum lagi setan besar yang bernama kredit pemilikan rumah. Kita terjebak, pekerjaan begitu melelahkan, dan kita pun mulai tenggelam dalam lautan kehidupan. Dan kemudian kita harus menghadapi kenyataan bahwa dalam beberapa tahun lagi kita memasuki usia 50-an dan mulai masuk masa pensiun untuk kemudian akhirnya bertemu dengan Allah SWT.

D usia 30-an jiwa kita merasa paling terbebani. Kita sangat sibuk, bahkan dalam berbagai hal sering merasa tidak dihargai. Usia 30-an itu ibarat si anak tengah, belum cukup dewasa untuk menangani berbagai masalah, tapi juga bukan anak kecil yang bisa lepas dari tanggung jawab. Saya pun secara pribadi mengakui bahwa menerima nasehat dan tetap berendah hati itu tidaklah mudah. “Saya sudah 30-an, bukan 20-an lagi!” Lihatlah, sehelai uban di jenggot saya membuat saya patut dihargai.

Hadiah untuk para orang tua dari hadis di atas

Allah SWT telah menetapkan dzikir sebagai salah satu pertahananan terpenting bagi orang-orang beriman. Akan tetapi, di usia 20-an dan 30-an itu rasanya sulit untuk menerima peringatan dari sesama. Di usia 20 kita merasa seperti di puncak dunia, dan di usia 30 kita merasa sudah memahami dunia ini. Karena itulah Allah SWT dengan segala Kebijaksanaan dan Kasih-sayangNya memerintahkan kita untuk menyuruh anak-anak kita sholat. Ini penting, karena perintah tersebut tidak ditujukan untuk anak-anak, tetapi untuk ayah & ibunya, atau wali-nya. Karena itu, ketika menyuruh anak-anak sholat, kita mungkin jadi merenungkan hal-hal berikut ini:

  1. Hei, saya sendiri tidak sholat
  2. Sholat saya belum bagus
  3. Hubungan saya dengan Allah masih kurang

Ahhh….betapa penyayangnya Dia! Seolah suntikan tapi tidak terasa sakit. Cinta Allah begitu besar, kuat, dan mendalam sehingga Dia paham pada usia ini kita sulit untuk mendengarkan masukan dari orang lain. Karena itu, sebuah pesan indah pun dihembuskan untuk membuat “pasien menjadi dokter”. Pikirkan dan tanyakan pada diri kita ketika menasehati anak-anak kita untuk sholat. “Untuk siapa perintah ini sebenarnya?” Lalu ingatlah bahwa “Kenapa kita menyuruh sesuatu yang kita sendiri tidak melakukannya?”. Perintah ini adalah hadiah untuk anda, akhi & ukhti (saudara & saudari)! Allah begitu menjaga dan memperhatikan kita, sehingga Dia mengingatkan kita lewat suruhanNya untuk mengingatkan anak-anak. Yang disuruh mengingatkan adalah yang sesungguhnya sedang diingatkan. Sungguh, begitu mempesona Kebijaksanaan, Kasih sayang dan Cinta Allah SWT.

 

 

Untuk saudara-saudari sekalian

Ini adalah sebuah pengingat bagi siapapun yang sedang berjuang di samudera usia 30-an untuk kembali kepada Allah SWT. Sebenarnya, Allah memberkahi anak-anak sebagai cahaya hidup kita. Jika kita mengingatkan mereka, kita sebenarnya sedang mengingatkan diri sendiri, dan inshaAllah (jika Allah mengizinkan) saat kita tua mereka yang akan mengingatkan kita.

Beberapa ide untuk mengikat hati anak-anak kita pada Keagungan Allah melalui sholat:

  1. Para Ayah & Ibu, ajaklah anak-anak anda ke mesjid. Buatlah semacam perlombaan untuk mereka:

–       Senin untuk Fatimah

–       Selasa untuk Ahmad

Kemudian, di akhir pekan berikan hadiah kepada siapa yang sholatnya dan sikapnya paling baik selama di dalam mesjid.

  1. Seorang Syekh pernah bercerita pada saya bahwa dulu setiap kali ayahnya membawanya ke mesjid, ia mendapatkan hadiah permen setelah solat jika bersikap baik. Sejak itulah ia menyimpan kenangan yang indah & manis tentang mesjid, kata Syekh tersebut, dan giginya tetap bagus & indah. Sehingga saat tumbuh besar ia selalu dekat dengan mesjid dan kenangan indah itu.

Semoga Allah memberi kita kebijaksanaan dan kesabaran untuk menjadi orang tua yang mulia. Semoga Allah melindungi anak-anak kita dan menjadikan mereka kelak seperti Umar atau Aisyah.

Catatan kaki: Perlu diperhatikan bahwa memukul dalam hadis ini, sesuai hukum Islam, artinya hanya pukulan ringan di pantat. Pukulan yang menimbulkan bekas atau memar dilarang dalam Islam. Karena itu, hanya tepukan hingga pukulan ringan yang dibolehkan.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Januari 2013 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: