RSS

Shalat: Tujuan Hidup Yang Terlupakan

07 Jan

Lagi-lagi semedi di depan laptop ini menghasilkan, Alhamdulillah. Terjemahan lagiiiii…!!! masih belum pada bosan kan ya? Kali ini yang diterjemhkan adalah tulisan-nya Sister Yasmin Mogahed yang judul aslinya: Salah: Life’s Forgotten Purpose. Dan tak lupa terima kasih banyak-banyak buat wanda (www.irfanwanda.blogspot.com)  yang masih setia bantuin aku yang masih lugu ini… (halah). Semoga bermanfaat yah.., teman-teman.

Shalat: Tujuan Hidup yang Terlupakan

By: Yasmin Mogahed (www.yasminmogahed.com)

Manusia telah banyak melakukan perjalanan dari waktu ke waktu. Tapi ada satu perjalanan yang tak seorangpun pernah melakukannya.

Tidak seorang pun —- kecuali satu.

Dengan kendaraan yang tidak pernah dikendarai oleh manusia, melalui jalur yang belum pernah dilalui  jiwa manapun. Menuju tempat yang belum pernah disentuh makhluk apapun. Sebuah perjalanan seorang manusia untuk bertemu dengan Ilahi. Itulah perjalanan Muhammad SAW, Rasulullah, ke langit tertinggi. Itu adalah al Israa wal Miraaj (perjalanan yang agung).

Dalam perjalanan tersebut Allah mengajak kekasihnya Rasulullah SAW ke langit ketujuh – tempat yang bahkan malaikat Jibril pun belum pernah memasukinya. Dalam misi Nabi di dunia ini, tiap perintah, tiap firman diturunkan melalui malaikat Jibril. Tetapi, ada satu perintah yang jadi pengecualian. Ada satu perintah yang sangat penting, yang bukannya dikirimkan melalui Jibril, tapi Allah yang membawa Rasullah SAW naik untuk menemuiNya.

Perintah itu adalah shalat. Ketika Rasul pertama kali diberi perintah shalat adalah untuk 50 kali dalam sehari. Setelah meminta kemudahan pada Allah, perintah tersebut akhirnya dikurangi menjadi 5 kali sehari, dengan pahala 50.

Merefleksikan kejadian diatas, para ulama menjelaskan bahwa proses dari 50 menjadi 5 ini adalah sesuatu yang disengaja, bertujuan untuk mengajarkan kita tentang keutamaan shalat dalam hidup kita. Bayangkan jika seandainya shalat itu 50 kali sehari. Dapatkah kita mengerjakan hal yang lain selain shalat? Tidak. Itulah intinya. Apa ada cara yang lebih pantas untuk menggambarkan tujuan hidup kita yg sebenarnya? Seolah mengatakan bahwa shalat inilah hidup kita yang sesungguhnya; selainnya itu…hanyalah selingan.

Namun, hidup kita seolah-olah kebalikannya. Shalat seperti selingan dalam hari-hari kita hanya ketika kita sempat. Kehidupan kita tidak menuruti shalat. Tapi shalat yang menuruti kehidupan kita. Jika kita sedang di dalam kelas, shalat baru dipikirkan belakangan. Jika kita berada di Mall, mengejar diskon lebih penting. Sungguh suatu yang keliru ketika mengesampingkan tujuan hidup kita hanya untuk menonton pertandingan basket.

Dan itupun kalau masih shalat. Ada orang yang tidak hanya mengesampingkan tujuan hidup mereka, malahan telah meninggalkannya sama sekali. Satu hal yang sering kita lupakan tentang meninggalkan shalat: tidak ada ulama yang berpendapat bahwa melakukan zina membuat kita menjadi tidak beriman. Tidak ada ulama berpendapat bahwa mencuri, mabuk, atau mengkonsumsi obat-obat terlarang membuat kita disebut tidak beriman. Bahkan tidak ada ulama yang meng-klaim bahwa melakukan pembunuhan membuat kita menjadi non-Muslim. Tetapi, sebagian ulama telah mengatakan bahwa barang siapa meninggalkan shalat, berarti ia bukan seorang Muslim lagi. Hal ini didasarkan pada hadist yang berbunyi: “Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat, maka siapa yang meninggalkannya, ia telah menjadi kafir (tidak beriman)”. [Ahmad]

Bayangkan betapa seriusnya tindakan tersebut, sehingga Rasullah SAW sampai berkata demikian. Mari kita renungkansejenak kesalahan apa yang telah dilakukan setan. Ia tidak menolak untuk beriman kepada Allah. Ia menolak untuk melakukan satu sujud. Hanya satu kali sujud. Bayangkan berapa kali sujud yang telah kita tinggalkan.

Demikian seriusnya pengabaian ini. Namun demikian enteng kita anggap masalah shalat. Shalat adalah hal pertama yang akan ditanyakan pada Hari Pembalasan, namun hal terakhir yang kita pikirkan. Rasullah SAW berkata: “Hal pertama yang akan dinilai diantara semua perbuatan manusia pada Hari Berbangkit nanti adalah Shalat. Jika sholatnya baik, maka sukses dan beruntunglah dia, tetapi apabila shalatnya kurang baik maka gagal dan celakalah dia”. [Tarmidzi]

Pada Hari itu, penduduk surga akan bertanya kepada penghuni neraka, apa penyebab mereka masuk ke dalamnya. Dan Al Qur’an menceritakan apa jawaban pertama mereka: “Apa yang membuat kalian masuk Neraka? Mereka pun menjawab: “Kami tidak shalat”. (Qur’an, 74: 42-43)

Berapa banyak diantara kita yang kelak akan berkata demikian “Kami tidak shalat, atau kami tidak shalat tepat waktu, atau kami tidak menjadikan shalat sebagai prioritas dalam hidup kami”. Mengapa ketika kita sedang di kelas atau di kantor atau tertidur pulas waktu subuh, jika kita perlu ke kamar kecil, kita punya waktu untuk itu? Bahkan mempertanyakannya kedengaran konyol. Bukankah kita tidak punya pilihan? Dan bahkan ketika kita sedang dalam ujian yang sangat penting, jika kita harus pergi ke kamar kecil, maka kita akan pergi. Kenapa? Karena akan terjadi hal yang memalukan jika tidak dilakukan, sehingga tidak ada pilihan lain.

Ada banyak orang yang bilang mereka tidak punya waktu untuk shalat di tempat kerja, di sekolah, atau ketika mereka sedang di luar. Tetapi adakah yang bilang bahwa mereka pakai popok karena tidak punya waktu untuk ke kamar mandi saat di luar, ke kantor, atau ke sekolah? Berapa banyak diantara kita yang tidak mau bangun saat fajar ketika kita perlu ke kamar mandi dan memilih untuk mengompoli kasur kita? Nyatanya kita pasti bangun dari tempat tidur, atau meninggalkan kelas, atau berhenti sejenak saat bekerja, untuk ke kamar mandi tetapi tidak untuk shalat.

Kedengarannya lucu, tapi begitulah kita menempatkan kebutuhan jasmani (tubuh) diatas kebutuhan rohani (jiwa) kita. Kita beri makan tubuh ini, karena jika tidak kita bisa mati. Namun, banyak yang membiarkan jiwa kita kelaparan, lupa bahwa jika tidak shalat jiwa kita mati. Dan ironisnya, tubuh yang kita prioritaskan ini hanya hidup sementara, sedangkan jiwa yang kita abaikan akan hidup selamanya.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Januari 2013 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: