RSS

Congragulation, My Brother (part 2)

31 Jan

Assalamualaikum semua.

Apa kabar nih? Pada masih ingat gak tulisan sebelumnya tentang adik laki2 gw yang narsis itu. Kalau udah pada lupa, dipersilahkan klik judul “Conragulation, My Brother (part 1)”. Dan………., yup bener banget tulisan part 2 ini adalah sekuel-nya (cailleee….ngalah2in Stephanie Mayer nih gw kayaknya, pake sekuel segala). Kalau di cerita sebelumnya tentang si Khodir (nama samaran) yang mau lamaran. Nah, di part 2 ini tentang si khodir yang udah berhasil melamar atau dengan kata lain lamarannya diterima. Ihhhiiiiyyy….berarti bentar lagi dia mau nikah nih. Alhamdulillah. InshaAllah awal februari 2013 ini Khodir mau naik angkot eh salah…naik pelaminan maksudnya.

Dear, sekarang pasti lagi sibuk persiapan lahir batin yah? Semoga sukses acaranya ntar. Mudah2an Allah ringankan langkah kami sekeluarga agar bisa menyaksikan momen sakral –mu nanti, juga ketika loe duduk manis di pelaminan.

O ya, beberapa waktu lalu ada yang agak menggelikan waktu ngobrol sama Khodir. Katanya biar pestanya ini unik, dia ntar bakal kasi souvenir ke para tamu dalam bentuk piring + sendok, garpu. Jadi ntar di meja katering gak disediain lagi peralatan makan. Ya ampuuun, daya khayal & kreatifitas adek gw ini emang luar biasa yah. Balakangan gw baru kepikiran, gimana biar pestanya makin unik, pestanya gak usah nyewa orgen tunggal. Tapi berhubung khodir anak band, biar dia aja sama istrinya yang nyanyi sambil bawa kotak amal trus…keliling ke tamu2 yang lagi bersantap. Kan jarang2 tuh ada yang bikin pesta kayak gini, lagian kesannya tuh lebih akrab & kekeluargaan. Dari pada si khodir dipajang selama 2 jam di pelaminan trus cuma nyengir-nyengir doank. Belagu banget dia, masa semua tamu yang harus nyamperin dia ke pelaminan, udah gitu pake antri lagi. Makanya…, kan lebih bagus khodir yang merakyat. *huahahahaha…..gak kebayang betapa bengisnya expresi khodir ketika baca postingan ini*

Para pembaca yang budiman, mohon paragraf diatas jangan ditanggapi serius yah. Hehehhehe… Sebenarnya gw tuh kangen banget ktemu dia, selain dia itu menyebalkan (pastinya…) *hihihi…*, dia juga lucu (eh…di edisi sblmnya udah dibahas yah…tentang dia, jadi gak di-ulang lagi deh).

Dear, ntar kalau udah nikah jangan lupa sama kita2 yah, kakak2 dan adik2 mu yang lucu & menggemaskan ini. Pokoknya kita semua tetep harus kompak, tetap saling peduli satu sama lain. Tetap berjiwa muda meskipun kelak usiamu sudah beranjak tua *hehehe..*. Dan tetaplah menjadi adik gw yang ngangenin. *peluk laptop*

Dear, selamat memasuki gerbang pernikahan ya. Jika di buku-buku dongeng akhir perjuangan & perjalanan cinta selalu ditutup dengan “….and they live happilly ever after”, maka di kehidupan nyata, episode lanjutan dalam merajut cinta disambut oleh gerbang pernikahan yang ibarat pintu masuk menuju awal perjalaanan baru yang penuh liku, tantangan, tanggung jawab, serta menuntut kesabaran dan kearifan bagi setiap pribadi yang menjalaninya. Fase kehidupan, dimana kita mungkin akan mendapati orang yang selama ini kita cintai dan kita puja ternyata mampu mengecewakan kita berulang kali. Fase kehidupan dimana, pasangan hidup kita kelak tak selamanya mampu memahami kita seperti yang kita harapakan. Fase kehidupan dimana banyak bertabur cinta, tawa, suka, namun juga cemburu, bahkan luka. Fase kehidupan yang….sebenarnya tidak akan pernah sesempurna yang kita harapkan kisahnya, namun akan tetap membahagiakan jika kita mampu menatanya. InshaAllah.

Dear, Selamat menjadi Imam dunia & akhirat yah. Selamat mengemban Amanah.

Dan…………, Selamat Memasuki Fakultas Kesabaran di Universitas Kehidupan.

Dan seperti salah satu penggalan kesukaan kakak dari tulisan seorang teman yang inspiratif:

Allah yang memilihkan pasangan dan Dia tidak pernah salah pilih. Dipilihkannya seseorang yang penuh kekurangan, seperti kita sendiri, untuk saling mengecewakan satu sama lain. Allah sedang memperlihatkan bahwa berharap pada sesama makhluk yang penuh kekurangan adalah sumber kesedihan. Sedangkan sumber kebahagiaan hanya dengan berharap padaNya yang Maha Sempurna. Menikah itu bukan untuk membuat kita bergantung pada pasangan untuk bahagia. Sebaliknya, Allah memberi pasangan sebagai latihan untuk tidak bergantung pada selain Allah. Allah berikan cinta pada pasangan, lalu Dia pudarkan warnanya bersama waktu, sebagai pesan bahwa menikah itu bukan karena cinta, tapi untuk merasakan manisnya dicinta Allah.”

Semoga Allah jadikan pernikahan kalian sebagai perintis jalan menuju Kebahagiaan Abadi.

From your sista with Love.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Januari 2013 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: