RSS

NYASAR !

15 Mar

Ada yang pernah galau? atau lagi galau? atau ada yg pernah GAK galau? Nah…yg terakhir ini (kalau ngaku gak pernah), ketahuan deh bohongnya. Hihihi… Bagaimanapun  galau itu bagian dari bumbu kehidupan, gak asik ntar kalau gak pernah galau. Masa happy terus, gak seru dooonk. Tapi juga jangan galau terus, merana ntar! hehehe… Masalahnya adalah bukan pernah atau tidak, sering atau tidak. Tetapi, tentu lebih kepada bagaimana menghadapinya.

Aku mau sharing nih. Beberapa waktu lalu, aku mengalami yang namanya G.A.L.A.U itu. Hadduhhh…nyeseek rasanya kalau diingat. dan parahnya, udahlah galau…, kudet pula! wahh…parah nih. Iyaaa, kurang update. Jadi ceritanya, dengan pe-de nya aku pikir, aku harus cari hiburan baru, teman2 baru, bahkan komunitas baru (mungkin). Pokoknya semua yang bertema FUN. Waktu itu ngrasa diri udah gaul banget tuh. Alhasil kecemplung lah dalam apa yang dicari tadi. Sukses!!! Trus galaunya lenyap??? Iyaaaa doooooonkkk. Happy banget pokoknya. Lupakan semua masalah, terobati hati yang kurang piknik, terhibur diri ini dari semua sepi. Happy kaaaannnn….kedengarannya????

Trus, lanjutannya…..? Yakk…sepenggal kisah happy diatas ternyata hanya bagaikan dongeng Cinderella di pesta dansa. Setelah lewat jam 12 malam, kebahagian itu lenyap. Cinderella pun kembali jadi Upik Abu.

Lalu, si galau tadi gimana? Jawaban: yaaa..tetap ada. Nahh…loooo. Terus komunitas happy2 gimana? Gak membantu?? Membantu sih, tapi ya hanya sesaat.

Temans, bagaimanapun nafsu mendorong kita untuk mencari kesenangan, bagaimanapun setan berhasil menuntun tangan, kaki, mata, telinga kita untuk mencari sesuatu yang selain Allah…, namun hati nurani tetaplah bersih. Semakin kita bersandiwara bahwa masalah sudah teratasi, hati semakin menangis mengingatkan bahwa itu salah. Bukan komunitas yang salah, tapi aku yang keliru menjadikannya sebagai solusi. Seharusnya itu hanya sebagai selingan semata. Bukan jalan keluar. Akibat nya yaaa…Nyasar! Maksud hati pengen “pulang” , tapi malah nyasar kemana-mana. Repott deehhh!

Sesaat aku merasa seperti anak kecil yang baru saja diberi PR oleh ibunya, namun ia menolak mengerjakannya karena PR tadi terlihat sulit, lalu malah bermain ke luar rumah. Namun, sang Ibu tetap memanggilnya, dan menyuruhnya pulang. Tapi si anak menolak, malah semakin asyik bermain bersama teman-temannya, bahkan semakin menjauh dari rumah, hingga akhirnya ia sadar telah tersesat dan harus berusaha mencari jalan pulang. (ketahuan bandelnya.. hehehe)

Tidak satupun di dunia ini terjadi tanpa tujuan. Pilihannya ada di kita, apakah mau atau tidak menyadari tujuan dibalik semua itu. Semua kejadian, semua orang-orang yang pernah hadir dalam hidup ini, semuanya memiliki tujuan. Bukankah bulan dan bintang di langit bukan sekedar penghias langit malam belaka?

Setiap masalah yang datang, sebenarnya adalah proses pendewasaan. Jadi hadapi, bukan lari. Masalahnya adalah saat menghadapinya jangan sampai salah jurus. Bisa kacau dunia persilatan. #hallaahh …

Jangan pernah lupa dari mana kita berasal. Karena pada akhirnya ke sanalah kita kembali. Jangan pernah lupa pada Allah, karena pada akhirnya pada Allah lah kita akan kembali. Jangan pernah lupa siapa yang maha berkuasa di seluruh langit & bumi, karena itu hanya padaNYA lah tempat kita mengadu kan segala kesedihan, kegundahan, dan kekhawatiran. Kasih sayang Allah kepada hambanya melebihi kasih sayang ibu pada anaknya. Maka janganlah pernah ragu untuk menangis seperti bayi dihadapanNYA mengadukan segala permasalahan, memohon untuk diberi kebijaksanaan & kekuatan dalam hidup. Sesuatu selain Allah yang aku pikir bisa menjadi tempat berpegang, ternyata hanya bagaikan ranting pohon rapuh yang sangat mudah patah.

“Ooh..Allah, I pray that You grant me a heart that seeks You above all else”

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Maret 2017 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: